Senin, 22 Oktober 2012

Tugas HRD dan Surveyor


PENDAHULUAN
Setiap perusahaan atau organisasi dibentuk untuk suatu tujuan. Peran HR department di dalam perusahaan sangat penting karena merekalah yangbertanggung-jawab untuk mencari, mendapatkan,mempertahankan dan memotivasi SDM yangdiperlukan dan yang ada sehingga perusahaan dapat mencapai tujuannya.

PERAN HRD
Peran HR Departmen di dalam perusahaan sangat pentingkarena mereka yang bertanggung-jawab mencari,mendapatkan talenta yang diperlukan, maupunmempertahankan dan memotivasi talenta-talenta yang adasehingga perusahaan dan berbagai fungsi dan departemendi dalamnya dapat mencapai tujuannya. Alasan lain,karena sekitar 30-70% biaya operasi digunakan untuk biaya (atau dapat dilihat sebagai investasi) SDM, perusahaan tentu memiliki kepentingan finansial untuk memberikan perhatian besar pada kegiatan dan fungsi SDM.

TANGGUNG JAWAB HRD
Tanggung-jawab HR dalam pembuatan job descriptiondan rekrutmen lebih banyak ke arah mengelola prosesatau aktivitasnya. Selain pengetahuan pengelolaanSDM yang mendalam, akan lebih baik bila staf HRD juga memiliki pengetahuan umum mengenai pekerjaanyang dilakukan oleh masing-masing divisi, misalnya, proses umum produksi atau keuangan, namun pengetahuan teknis yang mendalam dari suatu pekerjaan tertentu akan tergantung pada divisi-divisi.
Tidak semua dapat diketahui oleh HRD, sehinggamereka lebih banyak berperan di dalam mengelola prosesnya.

8 FUNGSI HRD
Seleksi dan Rekrutmen,
Pelatihan dan Pengembangan ( 
raining and Development),
Kompensasi dan Benefit (Compensationand Benefit),
Manajemen Kinerja (Performance Management),
Perencanaan Karir (Career Planning),
Hubungan Karyawan (Employee Relations),
Separation Management 
PersonnelAdministration and HRIS

SELEKSI DAN REKRUITMENT
bertanggung jawab untuk menjawab kebutuhan pegawai melalui penerimaan pegawai hingga penempatan para pegawai baru tersebut di posisi- posisi yang tepat. Kami percaya, agar dapat menjalankan fungsinya dengan baik (menempatkanorang yang tepat di posisi yang tepat), maka biasanyafungsi ini sudah memiliki success profile sebagai acuan yang membantu menyeleksi kandidat yangsesuai. Sedangkan untuk metode seleksi, biasanyasangat bervariasi, mulai dari psikotest, interview, skill test, referensi maupun assessment center
PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN
memiliki fungsi yang menjaga kualitas sumber dayamanusia dalam organisasi melalui berbagai aktivitas pelatihan, pendidikan dan pengembangan sebagai upaya peningkatan kemampuan dan keterampilankerja. Aktivitas ini dapat dilakukan secara internal maupun eksternal. Menurut survey DDI mengenai Leadership Forecast 2005|2006, beberapa metode pengembangan yang populer saat ini adalah on-the- job training dan coaching disusul training.

KOMPENSASI DAN BENEFIT
berfungsi untuk menyusun strategi hinggaimplementasi atas seluruh kompensasi yangditerimakan kepada pegawai yang mengacu padakondisi pasar.

MANAGEMEN KERJA
merupakan upaya monitoring kesenjangan antara standard kinerja yang diharapkan dengan aktual kinerja yangditunjukkan. Pilar performance management bertanggung jawab untuk merancang sistem hingga implementasi  penilaian kinerja para pegawai hingga laras denganobjective yang harus dicapai oleh organisasi. Saat ini kami melihat berbagai strategi/metode/sistem penilaian kinerja,namun kami percaya bahwa tanpa eksekusi yang efektif maka strategi/metode/sistem yang sudah disusun akanmenjadi sia-sia. Strategi penilaian kinerja yang ideal menurut kami harus dapat menjawab perkalian berikut ini:Strategic Business Focus x Cascading Accountabilities x High Quality Interactions x Ensured Sustainability =Strategy Realized
PERENCANAAN KARIR
bertanggung jawab atas pengelolaan, perencanaandan jenjang karir bagi seluruh anggota organisasi.Fungsi ini menjawab setiap pegawai memiliki jalur karir menurut tugas, tanggung jawab, dan kompetensi yang ia miliki. Mengacu kepada kondisi jangka panjang, karir setiap pegawai akan ditentukan olehkelompok kerja di mana masing-masing pegawai bekerja (vertical path), namun denganmempertimbangkan besarnya organisasi masing-masing, penyeberangan karir dari setiap kelompok tidak dapat dihindarkan (cross functhin career path)atau bahkan berpindah dari satu kelompok kekelompok lainnya (horizontal carreer path).

HUBUNGA KARYAWAN
biasanya juga berfungsi sebagai internal PR bagi setiap kebutuhan pegawai terhadap informasi,kebijakan dan peraturan perusahaan. Fungsi ini juga penting untuk menggali input-input dari pegawai mengenai berbagai aspek dalam organisasi.

SEPARATION MANAGEMENT
adalah fungsi yang mengelola seluruh tindakan pemutusan hubungan kerja dalam organisasi bayak yang disebabkan karena normal separation (pensiun,habisnya masa kontrak, atau meninggal), forced separation (indisipliner, dan lain-lain), atau early retirement (pensiun sebelum masanya).

PERSONEL ADMINISTRATION DAN HRIS
yang biasa dikenal dengan Personalia atauKepegawaian adalah fungsi yang mendukungterlaksananya fungsi HR yang lain. Secara umumfungsi ini bertanggung jawab terhadap EmployeeDatabase, Payroll dan pembayaran benefit lainnya, pinjaman karyawan, absensi, pencatatan cuti tahunan


TUGAS SURVEYOR BANK/ FINANCE
Job desc simpelnya
a :
1. mensurvey pengajuan nasabah dng prinsip 5C.
2. menganalisa hasil survey
3. memutuskan d ACC ato tidak
4. jika nasabah macet pd masa 6 bulan pertama angsuran, harus ikut nagih.
5. mencari nasabah pembiayaan baru.

Analisa Kredit 6C

21 09 2008
Analisis Kredit
Tujuan utama analisis permohonan kredit adalah untuk memperoleh keyakinan apakah nasabah mempunyai kemauan dan kemampuan memenuhi kewajibannya kepada bank secara  tertib, baik pembayaran pokok pinjaman maupun bunganya, sesuai dengan kesepakatan dengan bank. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penyelesaian kredit nasabah, terlebih dahulu harus terpenuhinya Prinsip 6 C’s Analysis, yaitu sebagai berikut:
1. Character
Character adalah keadaan watak dari nasabah, baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam lingkungan usaha. Kegunaan dari penilaian terhadap karakter ini adalah untuk mengetahui sampai sejauh mana kemauan nasabah untuk memenuhi kewajibannya (willingness to pay) sesuai dengan perjanjian yang telah ditetapkan.
Sebagai alat untuk memperoleh gambaran tentang karakter dari calon nasabah tersebut, dapat ditempuh melalui upaya antara lain:
  1. Meneliti riwayat hidup calon nasabah;
  2. Meneliti reputasi calon nasabah tersebut di lingkungan usahanya;
  3. Meminta bank to bank information (Sistem Informasi Debitur);
  4. Mencari informasi kepada asosiasi-asosiasi usaha dimana calon nasabah berada;
  5. Mencari informasi apakah calon nasabah suka berjudi;
  6. Mencari informasi apakah calon nasabah memiliki hobi berfoya-foya.
2. Capital
Capital adalah jumlah dana/modal sendiri yang dimiliki oleh calon nasabah. Semakin besar modal sendiri dalam perusahaan, tentu semakin tinggi kesungguhan calon nasabah dalam menjalankan usahanya dan bank akan merasa lebih yakin dalam memberikan kredit. Modal sendiri juga diperlukan bank sebagai alat kesungguhan dan tangung jawab nasabah dalam menjalankan usahanya karena ikut menanngung resiko terhadap gagalnya usaha. Dalam praktik, kemampuan capital ini dimanifestasikan dalam bentuk kewajiban untuk menyediakan self-financing, yang sebaiknya jumlahnya lebih besar daripada kredit yang dimintakan kepada bank.
3. Capacity
Capacity adalah kemampuan yang dimiliki calon nasabah dalam menjalankan usahanya guna memperoleh laba yang diharapkan. Kegunaan dari penilaian ini adalah untuk mengetahui sampai sejauh mana calon nasabah mampu untuk mengembalikan atau melunasi utang-utangnya secara tepat waktu dari usaha yang diperolehnya.
Pengukuran capacity tersebut dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan berikut ini:
  1. Pendekatan historis, yaitu menilai past performance, apakah menunjukkan perkembangan dari waktu ke waktu.
  2. Pendekatan finansial, yaitu menilai latar belakang pendidikan para pengurus
  3. Pendekatan yuridis, yaitu secara yuridis apakah calon nasabah mempunyai kapasitas untuk mewakili badan usaha yang diwakilinya untuk mengadakan perjanjian kredit dengan bank.
  4. Pendekatan manajerial, yaitu menilai sejauh mana kemampuan dan keterampilan nasabah melaksanakan fungsi-fungsi manajemen dalam memimpin perusahaan.
  5. Pendekatan teknis, yaitu untuk menilai sejauh mana kemampuan calon nasabah mengelola faktor-faktor produksi seperti tenaga kerja, sumber bahan baku, peralatan-peralatan , administrasi dan keuangan, industrial relation sampai pada kemampuan merebut pasar.
4. Collateral
Collateral adalah barang-barang yang diserahkan nasabah sebagai agunan terhadap kredit yang diterimanya. Collateral tersebut harus dinilai oleh bank untuk mengetahui sejauh mana resiko kewajiban finansial nasabah kepada bank. Pada hakikatnya bentuk collateral tidak hanya berbentuk kebendaan tetapi juga collateral yang tidak berwujud seperti jaminan pribadi (borgtocht), letter of guarantee, letter of comfort, rekomendasi dan avalis.
5. Condition of Economy
Condition of Economy, yaitu situasi dan kondisi politik , sosial, ekonomi , budaya yeng mempengaruhi keadaan perekonomian pada suatu saat yang kemungkinannya memengaruhi kelancaran perusahaan calon debitur. Untuk mendapat gambaran mengenai hal tersebut, perlu diadakan penelitian mengenai hal-hal antara lain:
  1. Keadaan konjungtur
  2. Peraturan-peraturan pemerintah
  3. Situasi, politik dan perekonomian dunia
  4. Keadaan lain yang memengaruhi pemasaran
6. Constraint
Constraint adalah batasan dan hambatan yang tidak memungkinkan suatu bisnis untuk dilaksanakan pada tempat tertentu, misalnya pendirian suatu usaha pompa bensin yang disekitarnya banyak bengkel las atau pembakaran batu bata.
Dari keenam prinsip diatas, yang paling perlu mendapatkan perhatian account officer adalah character, dan apabila prinsip ini tidak terpenuhi, prinsip lainnya tidak berarti. Dengan perkataan lain, permohonannya harus ditolak.

Surveyor Multifinance

Presentation Transcript

  • 1. SURVEYOR MULTIFINANCEGIRSANG – http://lzoonie.blogspot.comIndonesian Multifinance – Consumer Financing News.
  • 2. SUBJEK GIRSANG – http://lzoonie.blogspot.comIndonesian Multifinance – Consumer Financing News.
  • 3. DEFINISIGIRSANG – http://lzoonie.blogspot.comIndonesian Multifinance – Consumer Financing News.
  • 4. BAGIAN IJOBDESC & TARGET KERJA SURVEYORGIRSANG – http://lzoonie.blogspot.comIndonesian Multifinance – Consumer Financing News.
  • 5. JOBDESC SURVEYORTANGGUNG JAWABMelapor langsung kepada Credit Committee/Atasan langsung.Bertanggung jawab atas ketelitian dan kebenaran pelaporan survei didalam proses analisa kelayakan konsumen.TUGAS RUTINMelakukan survey terhadap calon konsumen:Mengumpulkan data dan dokumen pemohon yang diperlukan dalam proses kreditsesuai dengan prosedur permohonan kredit yang berlaku.Melakukan pengecekan langsung ke lapangan (survey) baik di rumah maupun kantor/tempat usaha serta lingkungan sekitarnya.Mempersiapkan hal-hal yang perlu dilakukan dalam pengecekan dan Pemahaman Kredit kepada calon Konsumen.Menggali informasi sebanyak mungkin mengenai konsumen dengan melakukan wawancara dan membuat Laporan Survey yang mencakup kriteria 5C (Capital – Capacity – Condition – Character – Collateral) .Menegaskan kembali kepada konsumen tentang kewajiban dan tanggung jawab serta ketentuan dan saksi dalam proses kredit.Memberi pengarahan kepada calon konsumen, pendamping konsumen (suami/isteri), dan atau penjamin untuk menanda tangani Perjanjian Kredit dan dokumen pelengkapnya.TUGAS NON RUTINMelaksanakan tugas tambahan dari atasan apabila diperlukan.Berkoordinasi dengan Collection menyangkut segala hal yang berhubungan dengan aktifitas penagihan, seperti : memberikan informasi alamat konsumen, karakter konsumen, atau membantu mengingatkan konsumen akan kewajibannya membayar angsuran.GIRSANG – http://lzoonie.blogspot.comIndonesian Multifinance – Consumer Financing News.
  • 6. SURVEYOR YG BAIKKARAKTERMenjagaekspresisaatketemukonsumendenganmemberikankesan “ramah”Menjagaberbusana yang rapiMenjagakodeetiksopansantundidalambekerjaBerintegritasKOMUNIKASIMampumemberipenjelasan mengenai Hak dan Kewajiban KonsumenMampumemberi pengarahan kepada KonsumenPENGUASAAN TUGASPersiapansaranadanfasilitaskerja, sepertitas, alat tulis, dokumenPenguasaanlokasidanmengaturrutedanmanajemenwaktuMampumembaca yang tersiratdariperilaku konsumen (Body Languanges/Bahasa Tubuh)Menguasaitekniswawancara (sopan, bersahabat, terbuka dan tegas)MenguasaiperaturanperusahaanterkaitdenganperkreditanMenguasaidokumentasi yang perludilengkapkan (semuaformulir, legal dok, dokkonsumen, dsbnya)WAWASANAktifdidalammengikutiperkembanganekonomiAktifdidalammengikutiperkembanganindustriAktifdidalammengikutiperkembanganusaha-usahasetempatAktifdidalammengikutiperkembanganmasyarakatsetempat.KETAATAN TERHADAP TANGGUNG JAWABTepatwaktu survey sesuaijadwalLaporan Survey selesaipadahari yang samaKembalikekantorpadahari yang samaGIRSANG – http://lzoonie.blogspot.comIndonesian Multifinance – Consumer Financing News.
  • 7. Key Performance Indicator SURVEYORMENJAGA KUALITAS PENJUALANMemaintenance/merawat Konsumen yang sudah berjalan, agar dapat melaksanakan kewajiban pembayaran angsuran tepat waktu sampai dengan lunas,MENJAGA PRODUKTIVITASJumlah Map Proses/ hari, Surveyor adalah Marketing Officer atau Credit Marketing Officer, Tolak Ukur MARKETING adalah kemampuan menjual disamping juga menjaga performance collectibility sebagai penuntasan tugas akhir,MENJAGA KECEPATAN (TAT)JumlahMenit / Aplikasi, mengurangi Idle Time (Kecepatan dan Ketepatan)Idle Time = Total Time – Process Real TimeMENJAGA MAP TRACKINGIncoming, black list, process, pending, cancel, reject, approval, PO, dll.GIRSANG – http://lzoonie.blogspot.comIndonesian Multifinance – Consumer Financing News.
  • 8. BAGIAN IITATA CARA SURVEYGIRSANG – http://lzoonie.blogspot.comIndonesian Multifinance – Consumer Financing News.
  • 9. TUJUAN SURVEY Menggali informasi tahap awal dan observasi tentang kelayakan calon debitur/pemohon dalam hal:CHARACTER (kemauan konsumen) CAPACITY (kemampuan konsumen) CAPITAL (permodalan/Sumber Penghasilan konsumen) CONDITION (keadaan lingkungan konsumen) danCOLLATERAL (jaminan konsumen) sehingga dapat dijadikan sebagai sumber informasi didalam analisa kredit sebagai penentuan disetujui atau tidaknya permohonan pembiayaan yang diajukan.GIRSANG – http://lzoonie.blogspot.comIndonesian Multifinance – Consumer Financing News.
  • 10. SURVEYORSurveyorData-data hasil survey yang merupakan hasil observasi dari surveyor pada lokasi tempat tinggal dan atau tempat usaha dari pemohonSUMBER INFORMASIPIHAK KE-3Pihak Ketiga Data-data dalam dokumen persyaratan, data-data dari hasil wawancara & konfirmasi dari personalia perusahaan, tetangga, pembantu rumah tangga, atau pihak lain yang berhubungan dengan pemohon kredit. Data-data ini dapat diperoleh dari proses survey & atau aktivitas credit analyst sendiriPEMOHONPemohon Data-data dalam (Form Aplikasi Pembiayaan)GIRSANG – http://lzoonie.blogspot.comIndonesian Multifinance – Consumer Financing News.
  • 11. PERSIAPAN SURVEY (1)PENAMPILANPastikantidakberbaubadanatauwangi yang terlalumenyengatBerambutrapidantidakberwarnawarniKuku jaribersihdandipotongpendekBerwajahbersih, jambangdan kumis tertatarapiTidakbertattooditangan, leher, danwajahCARA BERBUSANABerpakaianrapi, dan tidak kusutTidakberbusana yang adatulisan perusahaan lainnyaDianjurkan periksa kondisi tatanan busana dan muka serta rambut.Tidakdiperkenankanpakaiantingdankalung, hanyasebatasperhiasantanganTidakpakaisepatuolah raga atau sandalSARANA DAN FASILITAS KERJAMemakaitas yang cukupbaik, menjamin map konsumen, form laporansurveitidakkusutdanlecekBukantaspromosidariperusahaanlainnyaPersiapan map konsumen yang lengkapdengansemuaformulir yang harusdiisiolehkonsumenPastikan routing slip harusdiisidan route perjalananefisienuntukdilaksanakan.Membawaperlengkapanalattulis, pena, kalkulator, paper clip, lem, stapler, dsbnyaBerkendaraan yang terawatdanbersihPastikanHandphonesudahdi-charge baterainyauntukdapatdipergunakansepanjanghari.GIRSANG – http://lzoonie.blogspot.comIndonesian Multifinance – Consumer Financing News.
  • 12. PERSIAPAN SURVEY (2)MEMBUAT JANJI KETEMU MELALUI TELEPHONESelalumemulaikatasambutandengan “Hallo, selamatpagi/siang/sore/malam”. Menjelaskannamadanberasaldarimana, “Saya, (nama Surveyor) dari ———– ——-.” Menjelaskantujuan, sayaketempatBapak/IbudalamrangkamemenuhipermohonankreditdariBapak/Ibu (namadisebutkan). Mintaizinuntukbicara, “Bisaluangkanwaktuuntukbicara, Pak/Ibu?”Memintainformasikepastiantempatbertemunya, “Pak/Bu, bolehsayapastikantempatdanlokasikediamanBapak/Ibu?” Memintakepastianpasanganataupenjaminkonsumenjugaadasaatdikunjungi, “Pak/Bu, Ibu/Bapak(……… pasangan/penjaminnya) bisasekaligusjugabertemusupayaprosesnyalebihlancar?”Memintaduaalternatifwaktuuntukbertemu (aturjadwal yang baikdari Surveyor), “Bisasayapastikanwaktunya ….. atauadaalternatifwaktulainnya?”Kalaumelesetdarijadwal, pastikankekonsumenbahwapertemuaninitidakmengganggukonsumenMemastikan yang terbaik, ketemusuamidanisteriataupunpenjaminselakupemohon, “Pak/Ibu, bolehsayapastikannantiketemudenganBapakdanIbu?”Surveyor tidakdianjurkansurveidibawah jam 7:00 am ataudiatas jam 8:00 pm kecualiataspermintaankonsumen.GIRSANG – http://lzoonie.blogspot.comIndonesian Multifinance – Consumer Financing News.
  • 13. SAAT MELAYANI APPLICANTPanggilnamakonsumen, “Pak / Ibu ……”MenunjukantandapengenalkepadakonsumenMengucapkan magic word, seperti “Terimakasih, Maaf, Tolong, Bolehkahsaya…., Oh begitu, Pak/Bu, Benar, Iya, dsbnya ”Menggunakankalimattertutupdengankatatanya, “Apakah, Kapan, Berapabanyak, Dimanakah,” untukjawabanYaatauTidakMemilahkata-katasesuailatarbelakangpendidikankonsumenTidakmenggunakanbahasa jargon atauistilah internalMemperkenalkan “INSITUSI TEMPAT KERJA” tetapitidakterlalu lamaMenjagajarak 1 meter darikonsumenMenunjukkanbahasaisyarat yang positif, setujudenganmenganggukkepala.Menghindarikebiasaanburuksepertigarukkepala, membersihkanhidung, pegangtelinga, dsbnya.Menunjukansesuatudengantangankanan.Saatberjalantidakmenyeret kakiBerbicaradenganramahtidakterkesaninterogasiMenunjukkanbrosursaatmenerangkanMenggunakanintonasi yang jelasdengan volume suara yang jelas, dantidakterkesanterburuburu.MelayanikonsumendansurveisecaraberurutKumpulkansemuadokumenGIRSANG – http://lzoonie.blogspot.comIndonesian Multifinance – Consumer Financing News.
  • 14. PROSES SURVEY (1)MENCARI INFORMASICross cek informasi dari Pihak III, seperti jumlah tanggungan, lama menempati, dsbnya.Cek informasi mengenai Sales Order, Nama Ibu KandungCek DP murni dari konsumenTanyakan hal-hal terkait “kondisi” di Surveyor Report dari dalam rumah.MEMINTA KELENGKAPAN DATAMeminta semua kekurangan data dokumen dilengkapi, ada yang bersifat cuma fotocopi dan ada yang harus asli.Meminta dokumen asli untuk dilihat untuk tujuan mencocokkan dengan fotocopinya yang merupakan verifikasi keabsahan dokumen.Memberi alternatif solusi apabila ada dokumen yang tidak dapat dilengkapi secara permanent atau disusulkan (To Be Obtained)MENGISI FORMULIR PENGAJUAN KREDITMenuntun konsumen untuk mengisi FORMULIR selengkapnya. Pastikan semua informasi terkait dengan data konsumen seakurat mungkin diisikan. Memberi penjelasan yang maksimal kepada konsumen.GIRSANG – http://lzoonie.blogspot.comIndonesian Multifinance – Consumer Financing News.
  • 15. PROSES SURVEY (2)MEMPERSIAPKAN PERTANYAANUntuk konfirmasi, Pertanyaan TertutupUntuk mencari tahu, Pertanyaan TerbukaUntuk meverifikasi kebenaran, Pertanyaan TerbalikMENGGALI INFORMASI SURVEIAnalisa KualitatifAnalisa KuantitatifMEMBERI PENJELASAN MENGENAI KEBUTUHAN DOKUMEN KREDITMenjelaskan setiap isu tentang sebab dan wajibnya konsumen melengkapi DOKUMEN KREDIT dan memastikan konsumen mengerti, dan meminta konsumen mencheck ulang/verifikasi DOKUMEN-DOKUMEN tersebut.MENANDA-TANGANI SELURUH PERJANJIAN KREDITMenjelaskan isi Perjanjian Kredit kepada konsumen. GIRSANG – http://lzoonie.blogspot.comIndonesian Multifinance – Consumer Financing News.
  • 16. PENUTUP SURVEYTidakbolehmeremehkankonsumendanmembedakankonsumenkarenakondisiekonomiMenolakuangkonsumendenganhalus, “Terimakasihtetapimaaf, Pak / Bu, kamitidakdiperkenankanuntukmenerimaapapundaricalonkonsumenkami, lagi pula iniadalahtugaskami.”Tidakminumdanrokok yang berlebihan.Tidakmembicarakanrahasiaperusahaanataumenjelek-jelekkanperusahaan.JanganumbarjanjiatasapapunjugaSampaikankata-katapenutupsebagaiberikut: “ Terimakasih, Pak/Bu ataswaktu yang telahdiberikan, kamiakansegeramemprosespermohonanpembiayaaninidanmemberikankabarsegera. Kalauadadokumen yang kurang, mohonsegeradilengkapikarenatentuakansangatmembantudidalammemprosespermohonankreditdariBapak/Ibu. Terimakasih, Selamat pagi/siang/sore/malam.”GIRSANG – http://lzoonie.blogspot.comIndonesian Multifinance – Consumer Financing News.
  • 17. ANALISA DLM PROSES SURVEYANALISA KUALITATIFTanyakan latar belakang pendidikan konsumenTanyakan pengalaman kerja konsumenTanyakan bekerja di perusahaan dengan bidang usahanyaTanyakan kenaikan jabatan selama bekerja (hati-hati, ini termasuk isu sensitif) Tanyakan waktu mulai usahaTanyakan bidang usaha yang pernah digeluti dan berapa lama.Cari tahu reputasi perusahaan / tempat kerjaCari tahu latar belakang konsumenANALISA KUANTITATIFPenghasilanusahakotor(tanya per harinyaberapa, jumlahdagangan yang terjualberapa)Biayausaha (%)Bersih/PenghasilanUtama (net penghasilantersediauntukpengeluarankeluarga)BiayaRumahTangga (berapabanyaktanggungan)BiayaTagihanBulanan (berapabesarrumahdananggotakeluargadikaitkankandgn PLN, air, telp, belanjadapur)BiayaPendidikanAnak (berapajumlahanak)Kontrak/Sewa (kalauada)Kewajiban lain-lainnyaTanyakankewajibankepadapihak bank/leasing/orang lainGIRSANG – http://lzoonie.blogspot.comIndonesian Multifinance – Consumer Financing News.
  • 18. SURVEY TEMPAT USAHA/KERJAPERSYARATANTidakperluketemukonsumentetapiharusada info pihak IIIDATA PEKERJAAN / USAHAJenisPekerjaan (membedakankaryawanatauwiraswasta)Jenis Usaha / Bidang Usaha (mengeceksesuaitidakdengan yang diinfokanolehkonsumen)LokasiTempat Usaha (sekedarmencaritahulingkunganusahaditempat yang strategisatautidak)TipeBangunan Usaha (mencaritahukeseriusankonsumendalaminvestasi / bonafittidaknyaperusahaandimanakonsumenbekerja)Jumlahkaryawan (mencaritahuberapabesarperusahaandarijumlahkaryawan yang diperkerjakan)KetersediaanBarangStok (mencaritahuusahakonsumenmasihaktif, stokbanyakbelumtentubaik, dantanyakanalasannyakenapastoksebegitubanyak)KondisiLingkunganTempat Usaha (mencaritahulokasiusahastrategisdanramaiatautidak)Status KepemilikanTempat Usaha (pemilikataubukan)KetersediaanFasilitas Kantor / Usaha (kemudahandalambekerjasudahmenjadistandarbelum)KeadaanUmumAktivitas Usaha (secaraharianusaharamaiatautidak)KondisiSekitarTempat Usaha (secarapasar, berapa yang bisadiserapdan jam aktifnya)INFO PIHAK IIISumberinformasidarisiapa, hubungannyadengankonsumen, no telp yang bisadikontak, dsbnya.GIRSANG – http://lzoonie.blogspot.comIndonesian Multifinance – Consumer Financing News.
  • 19. PERHITUNGAN INCOME (1)KOSUMEN KARYAWANGajiPokok, TunjanganTetap (transport, makan, isteri & anak, kemahalan/konjuntur, lainnya), TunjangannTetaptidakmenetap (lembur, incentive rata-rata 3 bulanterakhir), JadiPenghasilanKotorKonsumen = Tunj.Bulan A+ Tunj.Bulan B+ Tunj.Bulan C/3.KONSUMEN REK, TABUNGANTransaksikredit yang samasetiapbulandenganselisihwaktutdklebihdari 5 hari, transaksikreditygtidaksamatetapiwaktutetap, diambil 3 bulan rata-rata terakhir., PenghasilanTambahan, transaksitetapwaktutetap (bungadeposito/hasilinvestasi), transaksitidaktetapwaktutetap (ambil rata-rata 3 bln), penghasilantambahanpekerjaan, Nilai rata0rata transaksikredit 3 bulan x %margin jenisusaha, JadiPenghasilanKonsumen = PenghasilanUtama + Tambahan,Fotocopi SPT PPH 21, penghasilanbrutosetahundibagi 13, LembarTagihanKartuKredit, rata-rata pembayaran 3 bulan x 3 kali (Instalment to Income Ratio = 33%)., Survey Report HasilSurvei Kantor, dari HRD, Finance, owner ataukonsumen, GajiPokokdanTunjanganTetap,GIRSANG – http://lzoonie.blogspot.comIndonesian Multifinance – Consumer Financing News.
  • 20. PERHITUNGAN INCOME (2)KOSUMEN WIRASWASTARekening Tabungan/Rek. Koran, rata-rata transaksikredit 3 bulan x % margin Jenis UsahaFotocopi SPT PPH 21, penghasilanbruto per tahundibagi 13.BuktiKeuanganLainnya, kwitansi, PenghasilanKotorSebulan = Nilai rata-rata penjualan per musimpanen x jumlahpanendalam 1 tahun x % margin penghasilan / 12Bon BonKwitansiPembelianatauPenjualan, untukmemeriksajenisusahasajatidaksebagaibahananalisapenghasilankeculailengkapselama 1 bulan. Kalaulengkap, PerhitunganPenghasilanKotor per Bulan = Total pembelianbarangselama 1 bulan x (1 + %margin jenisusaha) x Margin jenisusahaBon BonKwitansiPenjualanBarang, PerhitunganPenghasilanKotor = Omzet 1 bulan x % margin usahaSurvey Report, berdasarkan info konsumenatauestimasi surveyor dalamharianGIRSANG – http://lzoonie.blogspot.comIndonesian Multifinance – Consumer Financing News.
  • 21. SURVEY LINGKUNGANPrioritas Pihak III yang diwawancaraInfo dari RT /RWInfo dari Pemilik Warung setempatInfo dari TetanggaInfo dari Petugas Keamanan setempatInfo dari Penduduk setempatInformasi yang dibutuhkanBerapa lama konsumen tinggal disana?Aktip dalam aktivitas masyarakat setempat?Usaha konsumen apa saja?Berapa jumlah tanggungan konsumen?Rumah sendiri atau keluarga?Apa kesukaan konsumen?Pernah bermasalah yang melanggar hukum?Identitas Pihak III yang dibutuhkanNamaLokasi ketemunyaNo. TelephonePengamatan terhadap “Kondisi” konsumen yang dibutuhkan dalam Laporan Surveyor dari luar rumah konsumen.GIRSANG – http://lzoonie.blogspot.comIndonesian Multifinance – Consumer Financing News.
  • 22. BAGIAN IIIHAL YG PERLU DIKETAHUIGIRSANG – http://lzoonie.blogspot.comIndonesian Multifinance – Consumer Financing News.
  • 23. DOKUMEN KREDITGIRSANG – http://lzoonie.blogspot.comIndonesian Multifinance – Consumer Financing News.
  • 24. DOKUMEN KREDITAntisipasi Data-Data/Dokumen Kredit ASPALCara yang paling tepat adalah selalu verifikasi kevalidan dokumen photo copy dengan dokumen asliJangan terkecoh dengan dokumen aspal asli (Dokumen terlihat seperti asli, padahal hasil modifikasi dokumen SCAN) Perhatikan bentuk FONT/bentuk huruf setiap bagian dari dokumen kreditDokumen ASPAL SCAN pasti akan terlihat sedikit blur (tidak jelas) dibanding dokumen asli.Check Lingkungan mengenai keberadaan konsumen minimal 2 titik sumber informasi.GIRSANG – http://lzoonie.blogspot.comIndonesian Multifinance – Consumer Financing News.
  • 25. KONSUMEN ATAS NAMAINDIKASI KONSUMEN ATAS NAMAJaminan Fiducia/Agunan/Collateral atas nama siapa ?Konsumen ditemani oleh orang lain?Konsumen dapat menjelaskan alasan jenis objek kredit yang dibiayai?Objek Kredit/Keperluan Kredit Untuk siapa ?RISIKO KONSUMEN ATAS NAMAKonsumen biasanya tidak mau bertanggung jawab atas pembayaran orang yang memakai Objek Kredit.SOLUSI Aplikasi ditolak kalau ada indikasi atas nama orang lain dan bukan anggota keluarga.Kalau masih ada hubungan keluarga, enduser tetap diikat sebagai penjamin, dan kepada konsumen dijelaskan dia tetap akan bertangung jawab atas pembayaran.GIRSANG – http://lzoonie.blogspot.comIndonesian Multifinance – Consumer Financing News.
  • 26. MINIMIZE DOKUMEN MENYUSULTo Be Obtained DocumentMinta konsumen mempersiapkan data sebelum berkunjung ke konsumen, jangan sampai bolak balik kekonsumen yang satu hanya untuk mengambil dokumen.Minta konsumen dan pasangannya berada ditempat saat dikunjungi, supaya dokumen legal dapat ditanda tangani.Surat Keterangan Usaha/Penghasilan tidak ada, tawarkan/negosiasikan untuk mendapatkan dokumen alternatif lainnya, yang bisa membuktikan secara data tentang penghasilan konsumen.GIRSANG – http://lzoonie.blogspot.comIndonesian Multifinance – Consumer Financing News.
  • 27. VERIFIKASI EKSISTENSI USAHAMinta informasi Pihak III.Sudah berapa lama konsumen menggeluti usaha ini.Survei tempat usaha untuk melihat apakah ada aktivitas usaha.Lihat ada peralatan usaha apa saja yang digunakan konsumen.Tanya jumlah investasi yang ditanamkan konsumen.Berapa banyak karyawan yang dipekerjakan.Hati-hati dengan konsumen yang bisa ditemui setiap saat di rumahnya (kemungkinan tidak bekerja atau jarang mengurusi usahanya).Tanyakan cara konsumen memanage usahanya.GIRSANG – http://lzoonie.blogspot.comIndonesian Multifinance – Consumer Financing News.
  • 28. VERIFIKASI DOMISILIMinta informasi tetangga lama konsumen atau dari RT/RW setempat.Lihat sekeliling rumah apa ada foto keluarga yang dipajangkan di rumah.Konsumen terkesan asing tidak dirumah sendiri, kalau ya, bisa indikasi “fiktif.”Ada anggota keluarga lain yang ikut wawancara.Tanyakan ke konsumen alamat tempat tinggal sebelumnya, apabila perlu cross check ke lokasi lamanya (bila dianggap perlu). GIRSANG – http://lzoonie.blogspot.comIndonesian Multifinance – Consumer Financing News.
  • 29. TIPS – LAINNYATanyakan konsumen sudah pernah disurvei sebelumnya? Apabila ya, sudah berapa lama yang lalu? Apabila sudah lebih dua hari yang lalu, kemungkinan besar konsumen sudah ditolak Perusahan Pembiayaan lainya.Tanyakan siapa yang memakai Objek Kredit/Pemakai Kredit, hindari kemungkinan “konsumen” atas nama juga. Jangan pernah dibantu sales dealer/brooker/mediator/pihak lain yang menawarkan untuk mengambil data survei untuk melengkapi proses.Saat wawancara, fokus pembicaraan dan mengambil informasi diusahakan bisa dari konsumen dan pasangannya.GIRSANG –
  • 30. SELESAI“Proses Kredit Yang Baik, Menghasilkan Kualitas Konsumen Yang Baik

STANDAR MANAJEMEN SURVEYING( SMS )
Surveying adalah bagian terkecil dari ilmu geodesi, yang mempelajari permukaan bumi dan
kandungan didalamnya.
Surveying bisa didefinisikan sebagai seni, teknologi dan ilmu pengukuran di atas permukaan bumi. Dimana pelakunya ( Surveyor) harus bisa melakukan pengumpulan data dilapangan, melakukan riset, menganalisa dan mengambil keputusan yang tepat untuk sebuah target akhir yang diembanya. Selain itu tentunya Surveyor dituntut untuk bisa menyampaikan hasil kerjanya dalam bentuk Data Kerjabaik secara tertulis, digital, maupun optis, untuk dipergunakan pihak lain sebagai dasar penentuan, dan perhitungan sebuah rencana atau hasil dari aplikasi sebuah rencana atau desain secara kuantitas.
Dengan dukungan fasilitas dan kemampuan baik secara teknis maupun non teknis, maka diharapkan surveyor bisa bekerja dengan maksimal. Dukungan teknis dan kemampuan itu tidak akan menjadi sesuatu yang maksimal bisa dimanfaatkan apabila tidak di dukung oleh suatu tata kelola yang baik.
Maka suatu tata kelola yang baik mutlak diperlukan untuk mengorganisasi, kemampuan Surveyor dalam menghasilkan sebuah target. Karena banyaknya cakupan ladang pekerjaan surveyor, maka kita akan membatasi pada cakupan Engineering Surveyor ( Surveyor Rekayasa) yang banyak berkecimpung pada proyek-proyek sipil dan infrastruktur.
Sistem tata kelola itu kita definisikan sebagai SMS (bukan pesan singkat) tapi kependekan dari Standar Manajemen Surveying.
Dalam sebuah proyek rekayasa perlu digaris bawahi bahwa tugas surveyor adalah aplikator design dilapangan, dari segi dimensi,( dimana surveying mengenal dimensi dengan dua turunan yaitu tinggi dan posisi atau elevasi dan koordinat). Hal ini lah yang menjadi tugas utama surveyor sebagai pengawal desain dari sisi dimensi, dan mempertanggungjawabkannya pada setiap tahapan kerja dan hasil akhir sebuah pekerjaan yang dituangkan dalam format data lapangan.Data lapangan yang akurat adalah sebuah implementasi design dilapangan yang bisa dimanfaatkan sebagai barometer penerapan design, sebaliknya data lapangan yang kompetibel adalah modal utama untuk mengestimasi keberhasilan sebuah proyek.
Penentuan Standar Manajemen Surveying pada sebuah proyek harus di integrasikan dengan pemilik proyek, dimana harus diakui keabsahannya untukkejelasan pertanggungjawaban karena ada hal-hal yang bersifat teknis dan administratif.
Dimulai dengan menggali Visi sebuah proyek yang diselaraskan dengan pemikiran pemilik proyek, maka penentuan Standar Manajemen Surveying bisa dimulai. Secara garis besar tata kelola itu bisa dirumuskan sebagai berikut:
1. Penentuan Personil dan Struktur Organisasi Tim Surveying serta memperkenalkannya pada pemilik proyek beserta kualifikasi yang dimiliki sesuai target pekerjaan yang diinginkan.
2. Menentukan posisi Tim Surveying pada struktur organisasi pelaksanaan sebuah proyek,.
3. Membuat Standarisasi Operasional Surveying (SOS), sebagai acuan pelaksanaan, secara teknis dan adminstratif.
4. Menentukan nilai-nilai Bench Mark.( X,Y,Z.), sebagai dasar acuan utama pengukuran.
5. Dokumentasi,Inventarisasi dan Distribusi Data Hasil Tahapan Pekerjaan, maupun acuan Pekerjaan/gambar kerja.
6. Menentukan pola evaluasi pekerjaan.
7. Peningkatan Sumber Daya Manusia.
8. Peningkatan Kesejahteraan Personil.
A. PENENTUAN PERSONIL
Menentukan personil yang kualifikasinya masuk kedalam sebuah target proyek tidak bisa di anggap sebagai sesuatu yang mudah. Sebelum menentukan anggota Tim, sebuah keharusan kalau manajemen atau personil yang akan berkolaborasi dengan Tim Surveying, memilih siapa yang akan menjadi pemimpin dalam Tim itu, hak perogratif tentu diperlukan disini untuk menunjuk siapa yang layak menjadi “Chief Surveyor” dengan kualifikasi, menguasai pekerjaan, teknik pengukuran, instrument survey, sampai tentunya mengerti dan bisa menjalankan tata kelola Tim beserta Fungsinya. Setelah itu, kita bisa mendiskusikan dengan Kandidat “Chiep Surveyor” untuk menentukan anggota tim, baik surveyor, drafter atau pengolah dokumen beserta pembantu dilapangan. Pemilihan personil timjangan sampai, mengabaikan spesifikasi pekerjaan dengan kualitas personal, secara teknis, intelegensi, maupun psikologis. Dalam Tim Surveying idealnya di isi personil dengan kualifikasi dan tugas sebagai berikut:
a. Chief Surveyor :
Adalah coordinator seluruh aggota tim dan bertanggungjawab terhadap, organisasi tim, secara teknis maupun non teknis dengan kemampuan, intelegensi, negosiasi dan penguasaan diri memutuskan sebuah permasalahan untuk kepentingan perusahaan . Memberikan perlindungan pada seluruh anggota tim, secara menyeluruh, mengakomodasikan seluruh kebutuhan anggota tim baik berkenaan dengan pekerjaan atau menyangkut kebutuhan dan kesejahteraan semua anggota tim secara pribadi. Menyiapkan segala kebijakan untuk mendukung pekerjaan dengan pemilik proyek. Melegalitasi keputusan anggota tim dilapangan dalam hal ini mendukung dan mendokumentasikan keputusan Surveyor. Pada prinsifnya Chief Surveyor bertugas mendukung, dan membuat kebijakan yang mendukung jalannya pencapaian target besar proyek.
b. Deputi Chief Surveyor :
Seseorang yang kompetibel membantu tugas-tugas pelaksanaan Chief Surveyor untuk diaplikasikan dalam pelaksanaan sehari-hari.Dia bertanggung jawab pada Chief Surveyor, dan melaporkan hasil pekerjaan kepadanya secara priodik, ataupun berkala.Menginventarisasi data dilapangan yang lampiri dengan gambar kerja sebagai acuan.
c. Surveyor :
Aplikator desain dengan kemampuan teknis dan non teknis adalah ujung tombak Tim,bahkan proyek. Karena setiap tahapan kerja harus bisa dipertanggungjawabkan secara riil dan penuh dedikasi mengikuti design dan target yang ada. Sebagai anggota Tim di barisan depan surveyor harus selalu melaporkan tahapan pekerjaan yang akan dimulai maupun hasil pekerjaan dalam bentuk Data Ukur yang validasiya telah dilaksanakan denganpemilik proyek ( Joint Survey) dan akan digunakan untuk dasar perhitungan kemajuan dan keberhasilan sebuah proyek secara kuantitas.
d. Penata Dokumen dan atau drafter :
Adalah seseorang dengan kemampuan teknis yang mengelola dokumen dari lapangan ( Data Ukur) serta memantau keabsahan sebuah gambar kerja yang diaplikasikan dilapangan.Serta bisa mendokumentasikannya.
e. Asisten Surveyor :
Bertugas membantu tugas-tugas Surveyor serta mengaplikasikan keputusan surveyor di lapangan.dengan persetujuan dan control penuh dari surveyor. Asisten surveyor bisa memberikan masukan pada surveyor untuk menyelesaikan permasalahan dilapangan.
f. Helfer :
Bertugas membantu surveyor untuk memobilisasi instrumens survey dan peralatan pendukung lainnya.
B. PENENTUAN POSISI TIM SURVEYING
Untuk memaksimalkan kerja dan hasil kerja Tim Surveying dalam sebuah struktur Proyek, maka diperlukan kejelasan struktur dalam organisasi proyek. Hal ini sangat penting untuk mengetahui sejauh mana fungsi tim di lapangan, apakah sebagai insfector atau sebagai aplikator desain.
Dalam tataran Tim sebagai inspector terhadap hasil pekerjaan dilapangan maka sepantasnya Tim berada pada naungan Departemen Quality Control dan mempertanggungjawabkan semua pekerjaan pada Departemen tersebut.Hal ini terjadi biasanya jika Tim berada pada tataran pemilik proyek atau kontraktor utama.
Jika tim didedikasikan untuk mengaplikasikan desain secara langsung di lapangan maka sepantasnya Tim berada pada Departemen Engineering. Dan bisa berkoordinasi dengan Dept. QC untuk melakukan Inpeksi bersama ( Joint survey) bersama pihak yang berwenang.
Jadi posisi sebuah Tim Surveying dalam sebuah struktur manajemen proyek sangat pentiing untuk bisa menjabarkan garis komando dan pertangungjawaban pekerjaan, yang pada akhirnya Tim mampu bekerja maksimal karena berada pada tempat yang tepat dan nyaman.
C. STANDAR OPERASIONAL SURVEYING ( SOS )
Tim yang baik adalah tim yang mempunyai karakter sebagai perwujudan dari cara bekerja untuk mencapai sebuah target. Standarisasi diperlukan untuk menciptakan karakter secara detil yang diaplikasikan dilapangan, selain itu memudahkan untuk mengontrol dan mengidentifikasi setiap jenis pekerjaan.
Standarisasi sangat diperlukan oleh Tim Surveying, karena Surveying adalah sebuah keilmuan, teknologi dan seni yang baku, serta mempunyai kaidah-kaidah dalam pelaksanaanya.
Dalam Standar Operasional Surveying ( SOS ), ada beberapa hal yang kesemuanya saling bersinergi, antara lain.
a. Format Data Ukur.
b. Mekanisme Joint Survey.
c. Menentukan tingkatan akurasi.
d. Penentuan Instrument yang sesuai, Sertifikasi, kalibrasi dan Verifikasi.
e. Perlakuan Instrument dilapangan.
f. Penyimpanan dan pemeliharaan instrument.
g. Standar peralatan pendukung.
h. Standarisasi penandaan ( Marking )
i. Jumlah personil dalam satu tim survey dilapangan.
j. Sistem pelaporan pekerjaan.
k. Mobilisasi Tim dan Instrument.
D. MENENTUKAN NILAI BENCH MARK (BM)
Nilai BM yang valid dan akurat sangat penting karena sebagai acuan dasar untuk mengaplikasikan target proyek. Keabsahan nilai BM harus selalu di control secara periodic, yang dilakukan bersama dengan pemilik proyek. Dalam satu proyek setidaknnya ada satu BM dan Control Point(CP), yang berpasangan. Dari sini jaring ikat segitiga berikutnya bisa dikembangkan.
Setelah nilai BM dan CP, benar-benar akurat, sangatlah penting sebuah berita acara dibuat untuk mengesahkan nilai-nilai tersebut.Bukan hanya BM dan CP utama, tetapi semua Temporory Control Point (TCP) yang dibuat untuk kepentingan tentative dilapangan hendaknya dilaporkan dan diregristasi oleh Tim Survey.Sehingga setiap BM, CP dan TCP, bisa diminimalisir tingkat kesalahannya.
Sebelum melakukan pengembangan nilai-nilai tersebut, hendaknya semua tim dari kontraktor dan pemilik proyek hadir untuk mempertanggungjawabkan bersama nilai-nilai tersebut.
E. Dokumentasi, Inventarisasi dan Distribusi Data Hasil Tahapa Pekerjaan
Surveyor masa depan adalah surveyor yang mampu menyajikan data, hasil pekerjaannya yang bisa di pahami oleh pihak lain, kadang bukan hanya mampu menyajikan data dalam kaidah surveying tapi harus mampu memberikan analisa yang bisa dijadikan acuan oleh pihak lain dalam mengambil keputusan.
Setelah data surveying dihasilkan tentunya selain bisa dimanfaatkan pihak lain, Tim Surveying, dan Surveyor itu sendiri, memegang data, yang sama dan terdokumentasi dengan baik, karena merupakan bukti hasil pekerjaan surveyor, selain bentuk pertanggungjawabannya dikemudian hari bila ada sesuatu hal yang dipertanyakan.
Inventarisasi dan distribusi data, pada Tim selayaknya dipertanggungjawabkan secara tertulis, karena bagaimanapun data surveying merupakan hak atas kekayaan intelektual, bagi surveyor yang bersangkutan.
F. EVALUASI PEKERJAAN
Mengukur hasil kualitas pencapaian dalam target mustahil bisa dilakukan tanpa melalui sebuah proses. Dengan diterapkannya system tata kelola yang baku ( SMS ), tentu harus terus dipantau sejauh mana keakuratan pelaksanaannya. Pola evaluasi mutlak diperlukan agar secara terus menerus tim dan anggotannya mampu berbuat dengan kaidah yang ada serta mampu bersinergi, yang pada akhirnya, secara sadar anggota tim mampu berbuat sesuai kaidah dan menyelesaikan target dengan baik.
G. PENINGKATAN SUMBER DAYA MANUSIA
Tim yang baik adalah tim yang anggotanya saling melengkapi, dan selalu mendorong anggota lain untuk melakukan sesuatu yang lebih baik, tingkat kepedulian antar anggota tim mampu menciptakan sebuah tim yang solid. Selain tentunya bisa saling mentransformasikan segala sumber daya yang dimiliki. Secara factual, meningkatkan sumber daya perlu menjadi prioritas utama sebagai bentuk apresiasi terhadap seluruh anggota tim.
Dengan meningkatnya kemampuan teknis dan non teknis tentunya akan mempermudah untuk tim mewujudkan target besar sebuah organisasi. Surveying yang merupakan keilmuan, mempunyai nilai-nilai yang harus tetap di asah untuk meningkatkan kemampuan anggota tim.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar